Eksekusi Hotel BKR Kuta Nyaris Baku Pukul

Eksekusi Hotel BKR Kuta Nyaris Baku Pukul
Rate this post

Beritabali.com, Kuta. Eksekusi hotel Bali Kuta Resort (BKR) di Jalan Majapahit Kuta (24/7/2013) berlangsung ricuh dan nyaris baku hantam. Puluhan pemuda dari pihak BKR melakukan perlawanan dan menghadang jalannya eksekusi yang dilakukan kurator pengadilan Niaga Surabaya.

Meski dikawal banyak pemuda berbadan kekar, namun pihak kurator yang berjumlah 5 orang itu tetap membacakan berita acara eksekusi dengan dikawal puluhan Brimob bersenjata lengkap. Usai membacakan eksekusi, puluhan pemuda tersebut langsung emosi dan menolak berita acara eksekusi.

Puluhan pemuda semakin melawan ketika pihak eksekusi hendak mengosongkan seluruh kamar hotel dan menguasi hotel sesuai isi dari pada berita acara tersebut. Mereka beralasan karena hotel ingin direbut oleh pihak kurator. Selain itu, puluhan pemuda yang naik pitam beranggapan eksekusi tidak etis dilakukan, karena didalam hotel masih ada tamu yang menginap.

Sempat terjadi keributan didalam hotel tersebut ketika salah seorang pemuda menuding-nuding tim kurator sambil berteriak. Namun aksi yang nyaris baku hantam itu langsung dihalau oleh petugas Brimob.

Kuasa Hukum BKR, John Korassa Sonbai, menuding eksekusi yang dilakukan pengadilan Niaga salah sasaran karena BKR terdiri dari dua kepemilikan dan dua sertifikat. Pertama milik PT Dwi Mas Andalam Bali (DAB) yang berjumlah 89 unit (kamar) dan yang kedua milik PT Dwi Mas Andalam Properti (DAB) dengan jumlah kamar mencapai 104 unit.

“Sebagai pengelola (Vino Agus Putra) jelas keberatan karena sertifikat yang dibawa (gadai) ke bank (BNI) itu sertifikat DAB (Dwi Mas Andalan Bali),” ujar John Korassa, usai pembacaan eksekusi Rabu (24/7/2013).

Menurut John Korassa, sertifikat hotel yang digadaikan ke bank BNI adalah milik DAB, maka seharusnya pihak kurator harus mengeksekusi milik DAB yakni 89 unit.

“Kami tidak akan berikan, karena yang disita seharusnya 89 unit, bukan seluruh hotel. Karena sebagiannya milik DAP (Dwi Mas Andalam Property) dan surat-suratnya ada,” tegasnya.

Selain memiliki dasar dua sertifikat, John Korassa meminta tim kurator menghargai pengunjung dan tamu yang ada di BKR. Pihaknya berjanji tidak akan melawan hukum, jika memang seluruh proses dilalui dengan benar.

“Di sini ada tamu, bahkan ada tamu dari Kementrian bikin acara disini, masak mau diusir. Hargai proses hukum, maka tidak akan ada perlawanan,” pintanya.(dws), sumber :beritabali.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *